Tips Menyimpan Bahan Kimia dengan Aman

Laboratorium merupakan tempat di mana berbagai jenis bahan kimia digunakan untuk mendukung kegiatan penelitian maupun pendidikan. Namun, di balik manfaatnya, bahan kimia juga menyimpan potensi bahaya jika tidak ditangani dengan benar. Salah satu aspek penting dalam manajemen laboratorium adalah cara penyimpanan bahan kimia. Penyimpanan yang tepat tidak hanya menjaga kualitas bahan, tetapi juga melindungi keselamatan peneliti dan lingkungan. Berikut beberapa tips menyimpan bahan kimia dengan aman.

  1. Kenali Karakteristik Bahan Kimia

Setiap bahan kimia memiliki sifat berbeda, mulai dari mudah terbakar, korosif, beracun, hingga reaktif dengan udara atau air. Selalu baca label dan lembar data keselamatan bahan (Material Safety Data Sheet/MSDS) sebelum menyimpannya. Informasi ini akan membantu menentukan lokasi dan wadah penyimpanan yang sesuai.

  1. Gunakan Wadah yang Tepat

Simpan bahan kimia dalam wadah asli pabrikan atau wadah khusus yang kompatibel dengan sifat bahan tersebut. Jangan pernah menggunakan botol makanan atau wadah bekas yang tidak jelas asal-usulnya, karena dapat menyebabkan reaksi berbahaya atau kebocoran. Pastikan semua wadah memiliki label jelas dan tahan lama.

  1. Pisahkan Berdasarkan Kelas Bahaya

Bahan kimia sebaiknya tidak disimpan secara acak. Pisahkan penyimpanan sesuai kelompoknya, seperti bahan mudah terbakar, asam, basa, oksidator, serta bahan beracun. Hindari menyimpan asam kuat berdekatan dengan basa kuat, atau bahan mudah terbakar di dekat sumber panas. Pengelompokan ini mencegah terjadinya reaksi berbahaya.

  1. Gunakan Lemari dan Rak Khusus

Bahan kimia berbahaya memerlukan tempat penyimpanan yang sesuai. Gunakan lemari logam dengan ventilasi baik untuk bahan mudah terbakar, lemari asam untuk bahan korosif, serta rak tahan tumpahan untuk cairan. Pastikan rak kuat, stabil, dan memiliki penahan agar botol tidak mudah jatuh.

  1. Jaga Kondisi Lingkungan

Suhu dan kelembaban berpengaruh pada stabilitas bahan kimia. Simpan bahan pada ruangan bersuhu sejuk, kering, dan jauh dari sinar matahari langsung. Beberapa bahan kimia juga memerlukan pendingin khusus, sehingga perlu ditempatkan dalam kulkas laboratorium, bukan kulkas makanan.

  1. Terapkan Sistem Inventaris

Kelola stok bahan kimia dengan sistem inventaris yang rapi. Catat jumlah, tanggal masuk, dan tanggal kedaluwarsa. Gunakan prinsip first in, first out agar bahan tidak tersimpan terlalu lama. Sistem inventaris juga memudahkan peneliti mengetahui ketersediaan bahan dan mengurangi risiko penggunaan bahan yang sudah tidak layak.

  1. Perhatikan Keselamatan Pengguna

Sediakan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan, kacamata, dan jas laboratorium di area penyimpanan. Lengkapi juga dengan alat pemadam kebakaran, kotak P3K, serta prosedur darurat yang mudah diakses jika terjadi tumpahan atau kebakaran.

Menyimpan bahan kimia dengan aman adalah langkah dasar untuk menciptakan laboratorium yang tertib, efisien, dan aman bagi semua penggunanya. Dengan memahami karakteristik bahan, memilih wadah yang sesuai, serta menerapkan sistem penyimpanan yang benar, risiko kecelakaan dapat diminimalkan sekaligus menjaga kualitas penelitian.