Tips Menggunakan Mikropipet dengan Aman

Mikropipet merupakan salah satu alat utama di laboratorium biologi, kimia, dan penelitian medis. Alat ini digunakan untuk memindahkan cairan dalam volume yang sangat kecil dengan tingkat ketelitian tinggi. Meski terlihat sederhana, penggunaan mikropipet yang kurang tepat dapat menurunkan akurasi hasil penelitian, bahkan merusak alat itu sendiri. Oleh karena itu, penting bagi setiap pengguna laboratorium untuk memahami cara menggunakan mikropipet dengan aman.

  1. Pilih Mikropipet Sesuai Volum

Setiap mikropipet memiliki rentang volume tertentu, misalnya 0,5–10 µL, 10–100 µL, atau 100–1000 µL. Gunakanlah mikropipet yang sesuai dengan kebutuhan. Menggunakan mikropipet dengan rentang volume terlalu jauh dari sampel dapat menurunkan akurasi dan mempercepat kerusakan mekanisme internal.

  1. Pasang dan Buang Tip dengan Benar

Gunakan selalu tip sekali pakai yang steril. Saat memasang tip, tekan dengan lembut agar terpasang rapat tanpa memaksa. Untuk melepasnya, gunakan tombol ejector yang tersedia, jangan ditarik dengan tangan karena dapat merusak tip cone atau menyebabkan kontaminasi.

  1. Atur Volume dengan Hati-hati

Putar tombol pengatur volume secara perlahan. Jangan memutar melebihi batas minimum atau maksimum yang tertera, karena dapat merusak sistem pegas di dalam mikropipet. Biasakan memeriksa kembali volume sebelum digunakan untuk memastikan ketepatan.

  1. Gunakan Teknik Pipet yang Tepat

Saat menyedot cairan, tekan tombol plunger hingga batas pertama (first stop), celupkan tip sekitar 2–3 mm ke dalam cairan, lalu lepaskan plunger perlahan. Hindari menekan langsung hingga batas kedua (second stop) karena akan menyebabkan pengambilan volume berlebih. Saat mengeluarkan cairan, tekan hingga batas kedua untuk memastikan semua cairan keluar.

  1. Jaga Posisi Mikropipet

Saat membawa cairan, usahakan mikropipet tetap dalam posisi tegak atau miring sedikit kurang dari 45°. Posisi horizontal atau terbalik bisa menyebabkan cairan masuk ke dalam bodi mikropipet, merusak piston, dan menimbulkan kontaminasi silang.

  1. Hindari Kontaminasi

Gunakan tip baru untuk setiap sampel agar tidak terjadi kontaminasi silang. Jika bekerja dengan sampel yang berisiko tinggi (misalnya bahan biologis atau kimia berbahaya), gunakan tip dengan filter (filter tip) untuk perlindungan tambahan.

  1. Perawatan dan Penyimpanan

Setelah digunakan, bersihkan permukaan luar mikropipet dengan kain yang dibasahi etanol 70%. Simpan mikropipet dalam posisi tegak di rak khusus, jangan diletakkan sembarangan. Lakukan kalibrasi secara berkala sesuai rekomendasi pabrik agar akurasi tetap terjaga.

Penggunaan mikropipet yang aman bukan hanya menjaga alat tetap awet, tetapi juga memastikan hasil penelitian yang akurat dan dapat dipercaya. Dengan menerapkan tips di atas, peneliti dapat bekerja lebih efisien sekaligus menjaga keselamatan kerja di laboratorium.