BANK TRANSFER

          

       No. Rek: 031-001-010069-4

An. CV. ERALIKA MITRA PERSADA

GALLERY
LOCATION

Konsentrasi larutan(concentration of a solution) adalah jumlah zat terlarut yang terdapat di dalam sejumlah tertentu pelarut atau larutan. Konsentrasi larutan dapat dinyatakan dengan berbagai cara. Salah satu satuan konsentrasi yang paling umum dalam kimia adalah molaritas (molarity) (M), atau konsentrasi molar, yaitu jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter larutan. Molaritas didefinisikan oleh persamaan berikut:

M = Molaritas = mol zat terlarut / liter larutan

Jadi, 1,46 molar larutan glukosa (C6H12O6) dituliskan sebagai C6H12O6 1,46 M, mengandung 1,46 mol zat terlarut (C6H12O6) dalam 1 L larutan; 0,52 molar larutan urea [(NH2)2CO], dituliskan sebagai (NH2)2CO 0,52 M, mengandung 0,52 mol (NH2)2CO (zat terlarut) dalam 1 L larutan; dan seterusnya.

Tentu saja, kita tidak selalu bekerja dengan larutan yang mempunyai volume tepat 1 L. hal ini tidak menjadi masalah sepanjang kita tidak lupa untuk mengkonversi volume larutan menjadi satuan Liter. Maka, sebanyak 500 mL larutan yang mengandung 0,730 mol C6H12O6 juga memiliki konsentrasi 1,46 M:

M = molaritas = 0,730 mol/0,500 L = 1,46 mol/L = 1,46 M

Sebagaimana anda lihat, satuan molaritas adalah mol per liter, maka suatu larutan sebanyak 500 mL yang mengandung 0,730 mol C6H12O6 ekuivalen dengan 1,46 mol/L atau 1,46 M. perhatikan bahwa konsentrasi, seperti halnya kerapatan, adalah suatu sifat intensif, sehingga nilainya tidak bergantung pada berapa banyak larutan yang ada.

Prosedur untuk menyiapkan suatu larutan yang molaritasnya diketahui adalah sebagai berikut. Pertama-tama, zat terlarut ditimbang secara akurat dan kemudian dimasukkan ke dalam labu volumetrik melalui corong. Selanjutnya, air ditambahkan ke dalam labu, kemudian labu digoyangkan perlahan-lahan untuk melarutkan padatan. Setelah semua padata melarut, air ditambahkan kembali secara perlahan sampai ketinggian larutan tepat mencapai tanda volume. Dengan mengetahui volume larutan (yaitu volume labu yang digunakan) dan kuantitas senyawa (jumlah mol) yang terlarut, kita dapat menghitung molaritas larutan dengan menggunakan persamaan di atas. Perhatikan bahwa prosedur ini tidak memerlukan pengetahuan mengenai banyaknya air yang ditambahkan, sepanjang volume akhir larutan diketahui.

Sumber Pustaka:

Judul: Kimia Dasar: Konsep-konsep inti Jilid 1 Edisi 3.
Penulis: Raymond Chang
Penerbit: Erlangga (Jakarta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CONTACT US

Telepon :

      0511-6395654   

Telp  :

       0853-2031-0900 /                   0853-9871-3583 

   SMS/WA :

      0853-2031-0900 /                  0856-4888-2912

Alamat :

      Jalan Pandu No. 2 RT 3 RW 5 Guntung Paikat, Banjarbaru Selatan, Banjarbaru Kalimantan Selatan 

MEDIA SOSIAL