Disinfektan

Posted by : eralikacom

October 2, 2017

bahankimia4

Disinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran oleh jasad renik atau obat untuk membasmi kuman penyakit. Pengertian lain dari disinfektan adalah senyawa kimia yang bersifat toksik dan memiliki kemampuan membunuh mikroorganisme yang terpapar secara langsung oleh disinfektan.

Penggunaan senyawa ini diterapkan pada permukaan, peralatan atau benda mati lainnya, sehingga kadarnya lebih toksik. Jika salah digunakan bisa menyebabkan pengerasan kulit, luka serta peradangan. Desinfektan sering digunakan untuk peralatan pembersih rumah tangga.

Meski demikian ada beberapa mikroorganisme yang tidak memberikan respons terhadap semua antiseptik dan juga disinfektan, hal ini biasanya karena mikroorganisme tersebut sudah resisten atau mengalami mutasi.

Karena itu hal pertama yang harus dipahami sebelum menggunakan antiseptik atau disinfektan adalah mengetahui mikroorganisme apa yang ingin dibasmi dan dimana mikroorganisme tersbeut tumbuh. Hal ini untuk mencegah terjadinya efek samping yang mungkin dapat merugikan atau berbahaya tubuh.

Perbedaan Disinfektan dan Antiseptik

Orang kadang salah kaprah menyamakan antiseptik dan disinfektan. Memang meski keduanya bisa membasmi mikroorganisme tapi sebenarnya keduanya dipakai untuk hal berbeda.

Persamaannya, kedua zat kimia ini bisa membunuh bakteri yang dapat menyebabkan penyakit dan infeksi. Tapi intinya antiseptik digunakan untuk menyingkirkan kuman di kulit yang hidup, sedangkan disinfektan menyingkirkan kuman di benda yang mati.

Tapi disinfektan kadang digunakan juga sebagai antiseptik untuk manusia asalkan dosisnya tepat karena kalau dosisnya terlalu tinggi bisa membuat keracunan hingga kematian.

Kandungan yang ada di dalamnya memiliki peran berbeda sehingga penerapannya harus tepat agar tidak menimbulkan efek apapun.

Jenis-jenis Cairan Disinfektan, Manfaat dan Komposisinya

Cairan Disinfektan Betadine

Suatu larutan organik dari bahan aktif Polivinil-Pirolidon, yang merupakan kompleks Iodine yang larut dalam air.

Fungsi : Sebagai desinfektan dan antiseptik lokal yang juga dapat membunuh jamur, virus, Protozoa dan spora.

Bau : Khas, tidak menyengat.

Warna : Hitam-kekuning-kuningan.

Komposisi : Mundidone (Polyvinyl pyrolidone Iodine murni)

Konsentrasi :

  • Betadine Gargle 1% – kumur-kumur
  • Betadine skin cleaner 7,5%F
  • Betadine solution 10%
  • Betadine ointment 10%
  • Betadine vag. Douche 10%
  • Betadine vaginal GCL 10%
  • Betadine shampoo 4%

Perhatian : Larutan povidium yodium tidak untuk diminum atau ditelan, atau juga untuk mencuci mata.

Efek Samping : Dapat menimbullkan metabolilk asidosis bila povidium yodium digunakan pada luka bakar yang luas, diare-bila terminum.

HIDROGEN PEROKSIDA (H2O2)

Bau : Merangsang (menyengat) dan kecut.

Warna : Bening kebiruan.

Komposisi :

  • H2O (air)
  • O2 (oksigen)

Bila bersentuhan dengan tubuh pada jaringan luka atau mukosa, maka akan terjadi pengelupasan O2 karena adanya enzim katalase dalam sel.

Konsentrasi :

  • Untuk desinfektan dan mencuci luka – 0,3% – 6%
  • Untuk sterilisasi – 6% – 25%
  • Larutan H2O2 yang biasa dipakai (standar) – 3%

Gunanya :

  • Vagina douche (mendesinfeksi vagina)
  • Sebagai antiseptik yang non toxid
  • Desinfektan luka dan borok
  • Untuk doedorant
  • Untuk kumur-kumur

Problem dan efek samping :

  • Akan merusak jaringan yang baru
  • Berbahaya digunakan pada rongga tertutup Misal : Abses = H2O2 akan melepas gas yang masuk ke dalam pembuluh darah.
  • Penggunaan pada mukosa akan menimbulkan iritasi-bintik hitam pada lidah.

Cairan Desinfektan: YODIUM TINCTURE

Nama obat : Yodium Tincture

Bau : Khas, menyengat

Warna: Coklat

Komposisi dan Konsentrasi :

  • 2,4% Sodium iodide
  • 2% Iodide
  • alkohol Etyl 46%

Gunanya :

  • Sebagai desinfektan
  • Sebagai antiseptik
  • Dipakai sebagai obat luar

Kontra indikasi :

  • Hypersensitif terhadap Iodine
  • Dapat menimbulkan iritasi
  • Jauhkan pemakaian rutin

Desinfektan Cair: MERCUROCHROME

Warna : Merah

Bau : Khas

Komposisi :

  • Mercurochrome 2%
  • Aqua Destilata 98%
  • Dilarutkan dalam alkohol

Gunanya :

  • Untuk merawat luka-luka kecil
  • Untuk mengeringkan luka
  • Untuk menghentikan darah pada luka tergores/kecil

Kerugian :

  • Menyebabkan parut
  • Bukan merupakan anti bakterial/anti septik

Pelaksanaan : Olesi luka dengan menggunakan peralatan yang tidak mudah menempel pada luka untuk mencegah pengotoran luka.

KALIUM PERMANGANAT (PK)

Nama Obat : PK (Kalium Permanganat)

Bau : Tidak berbau

Warna : Ungu tua

Kompisisi :

  • Kalium Permanganat (KMnO4)
  • Konsentrasi bila 1 : 1000
  • 1 gr PK : 1 Liter air

Gunanya :

  • Kompres luka
  • Menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri busuk
  • Irigasi kandung kemih yang terinfeksi
  • Untuk pembilasan akhir pada vulva dan penis hygiene

Kontra indikasi : Dapat menimbulkan kepedihan

Kalium Permanganat dapat larut dalam air. Dalam menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri pembusuk yang dapat disebabkan dari udara bebas, bakteri ini dapat dimatikan oleh kalium permanganat dengan memperhatikan perbandingan yang sesuai dengan jumlah materi organik yang ada.

Dalam penyiraman vagina/penis dalam tindakan vagina/penis hygiene dengan konsentrasi antara 1 : 1000 s/d 1 : 5000. Bila larutan ini kuat yaitu dengan perbandingan lebih dari 1 : 5000 dapat menimbulkan kepedihan.

Gunanya :

  • Kompres luka
  • Menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri busuk
  • Irigasi kandung kemih yang terinfeksi
  • Untuk pembilasan akhir pada vulva dan penis hygiene

Kontra indikasi : Dapat menimbulkan kepedihan

Cairan Desinfektan: LARUTAN NaCl

Bau : Tidak berbau

Warna : Bening

Kompisisi :

  • Natrium
  • Klorida
  • Air

Pada cairan NaCl 0,9% yang biasa digunakan di sarana kesehatan, CRS, Puskesmas terdiri dari :

  • Air : 500 ml
  • Sodium/Natrium : 150 mm/L
  • Klorida : 150mm/L

Rasa : Asin

Fungsi Sodium :

  • Untuk mempertahankan osonolaritas plasma
  • Generasi dan transmisi potensial aksi
  • Mempertahankan elektronetralisa (kenetralan elektrolit)
  • Fungsi normal dari aktifitas fisiologik tubuh

Fungsi Klorida :

  • Mempertahankan keseimbangan asam-basa
  • Mempertahankan elektrinetralitas plasma
  • Formasi asam Hidrolik

Fungsi cairan NaCl dalam perawatan luka :

  • Sebagai pelarut/pengencer
  • Untuk membersihkan luka
  • Sebagai cairan infus
  • Sebagai cairan humidifer pada tabung O2
  • Untuk irigasi kulit
  • Untuk mengatur keseimbangan asam-basa

Alternatif Cairan Desinfektan: BENSIN

Bensin merupakan fraksi ke-3 dari urutan pengilangan minyak bumi. Untuk mendapatkan bensin dengan jumlah besar dan mutu baik digunakan proses lanjutan : cracking – alkilasi – bensin dalam jumlah banyak.

Bensin yang berbau khas dan berwarna jernih kekuning-kuningan ini dapat dinyatakan mutunya dengan nilai oktan. Nilai oktan didapat dari perbandingan antara Heptana dan 2,2,4 trimetil pentana (iso oktana).

Ada 3 cara dalam meningkatkan nilai oktan :

  1. Menggunakan ukuran yang dibuat berdasarkan kecepatan dan temperatur yang tinggi.
  2. Penambahan bahan aditif seperti tetra etil timbal (CH3CH2)4 Pb : 1 galon (4 et) bensin 6 ml (CH3CH2)4 Pb : 1 galon (4 et) bensin.
  3. Thermal Reforming – menggunakan temperatur 500-6000C dan tekanan 25 – 50 atmosfir.

Merubah hidrokarbon lurus – bercabang.

Bensin atau lebih dikenal wash bensin, dirumah sakit digunakan sebagai pelarut bahan yang terbuat dari karet atau pelarut laboratorium. Penggunaan bensin dapat digantikan dengan minyak kayu putih.

Bensin yang digunakan tentunya harus bermutu baik, dan itu merupakan campuran antara bensin (+) (CH4CH2)4 Pb, Bensin (+) SiO2 dan AL2O3. Konsentrasi bensin adalah 80% – 100%, campuran 20% oktana atau 0% heptana dan 100% oktana.

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Disinfektan

http://www.agrobisnisinfo.com/2016/04/macam-macam-jenis-cairan-desinfektan.html

https://health.detik.com/read/2010/10/30/101647/1479436/763/membedakan-antiseptik-dan-disinfektan